Berpacu di era teknologi digital

Kehidupan di era teknologi seakan memacu diri diberbagai bidang untuk menjadi terdepan, tertinggi dan menjadi populer. Popularitas yang didapat dengan cara memaksakan diri, bukan yang semestinya. Untuk apa semua itu kalau harus menjatuhkan orang lain, memotong jalan hidup orang lain, menyikut, bahkan menginjak-injak derajat kemanusiaan? Gak ada cara lain?

Mengapa harus berebut dengan cara yang tidak sehat? Era media teknologi digital memungkinkan kita bersaing dengan sehat dan tidak harus dengan cara yang tidak sehat. Banyak media yang dapat mewadahi ide dan gagasn kita. Media telah menjadi sarana utama bagi kebanyakan dari kita untuk mengalami dan belajar tentang berbagai aspek dunia di sekitar kita. Bahkan, ketika kita tidak belajar secara langsung dari media, kita belajar dari orang lain yang mungkin memperoleh ide-ide tentang dunia dari media.

Ide itu sangat banyak dan dapat kita jumpai diberbagai media cetak maupun media elektronik digital di jejaring sosial. Contoh kongkritnya ketika kita googling. Dengan memasukkan kata kunci, dalam hitungan detik, kita akan mendapatkan ribuan artikel, bahkan jutaan. Yang tidak ada adalah ide Anda. Mana karya Anda?

Orang kreatif itu tidak pernah kehilangan akal untuk maju! Banyak media yang dapat menyalurkan ide dan gagasan, baik media cetak maupun non cetak, media jejaring sosial. Mungkin saja ide yang dituang dalam artikel Anda dapat menginspirasi orang lain.

Kenapa harus bersaing dengan cara yang tidak sehat kalau hanya untuk merendahkan orang lain? Lebih baik memperbaiki diri agar lebih baik dari kemaren.

Sumber : Idi Subandy Ibrahim & Bachruddin Ali Ahmad, 2014. “Komunikasi & Komodifikasi” Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Jln Plaju No 10, Jakarta 10230, Telpon : 021 – 31926979, 3920114

Peduli sesama

Di rumah saja, salah satu bentuk ajakan untuk kemanusiaan. Ajakan disampaikan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID 19. Selain di rumah saja, saya, juga sudah divaksin dua kali. Tertulis di sertifikat 31 Maret 2021, dan yang kedua 28 April 2021. Namun demikian harus tetap menjaga protokol kesehatan yang antara lain: 1. Mencuci Tangan, 2. Memakai Masker, 3. Menjaga Jarak, 4. Menjauhi Kerumunan, 5. Mengurangi Mobilitas. Mengingat virus COVID 19 tidak mengenal strata, tua, muda, golongan tertentu dalam kehidupan. Semua bisa tertular.

Untuk apa kita cari uang banyak kalau sakit-sakitan? Hidup dan mati itu adalah urusan Tuhan. Selagi hidup, kita sayangi badan secara lahir dan batin. Kalau sakit? Ya diobatin. Orang jawa bilang : rogo kuwi kudu diragati sakdurunge dadi ragangan. (badan ini harus dirawat sebelum menjadi kerangka)

Merawat badan sendiri, bukan hanya pada saat sakit saja, tapi ketika sehatpun harus tetap terjaga kesehatannya. Jaga dan patuhi prokes COVID 19.

Yang sudah divaksin patuhi prokes COVID 19 dan pasti akan mendapatkan serifikat. Bagi yang belum divaksin, jangan takut divaksin! Cari informasi di mana bisa vaksin. Ke depan vaksin akan menjadi prasyarat berbagai kepengurusan.

Salam sehat selalu

Belajar menjadi tua

Salah pilih menentukan jalan hidup, manusia itu sendiri yang menanggung akibatnya. Jika Tuhan mengijinkan, siklus hidup manusia sejak lahir, besar, dewasa, berkeluarga, memiliki anak, cucu, kemudian tua dan meninggal. Bersyukur bagi orang yang hingga kini masih hidup dan menikmati hari tua. Yang terjadi adalah tua-tua keladi makin tua makin jadi. “Tua kakeyan umur = bahasa jawa” (tua kebanyakan umur). Adalah ungkapan untuk orang tua yang tidak tau diri.

Atas kehendakNYa, menjadi tua itu pasti! Tapi, tua menjadi tua, dewasa, yang baik, benar dan bijak, adalah pilihan. Sejak usia dini kita diajari mebaca berbagai bacaan dan tidak terhitung jumlah bacaan. Sejak saat itu pula orang tua kita sering mengajari berbagai ajaran melalui kearifan budaya setempat (localwidom), secara langsung atau melalui berbagai media. Dari apa yang kita baca, kita lihat, kita baca, kita dengar, dan kita rasakan, mungkin itu akan hilang dari ingatan dan mungkin bisa terjadi tidak berguna lagi. Itu semua adalah proses membaca informasi dari luar ke dalam diri. Bagaimana dengan informasi yang ada dalam diri.

Membaca ke dalam diri dan mengenal jati diri. Manusia adalah satu kesatuan yang integral, dalam budaya jawa manusia terdiri dari 4 unsur (empat anasir) yang digambarkan dalam sebuah pertunjukkan wayang kulit. Empat unsur (4 anasir), tidak dapat dipisahkan. Berikut sebuah klip video pertunjukan wayang, hanya satu gambar Wibosono, akan tetapi lebih menitikberatkan pada narasi yang disampaikan oleh sang dalang. Dan bagi orang jawa yang gemar wayang, tidak tidak asing langi.

Wibisana maneges

Cuplikan klip video ini adalah penggalan dari judul besar Rama Nitis. Diawali dengan suluk oleh sang dalang “Palugon lakuning lekas lukita linuting kidung Oooo. Kadung kadereng amomong mamangun manah rahayu Oo…

Mulailah sang Wibisana semedi (berdo’a) kepada Tuhan, keluarlah cahaya empat warna: Hitam, Merah, Kuning, putih dan seorang ksatria. Ketiganya menjelma menjadi tiga raksasa dan seorang ksatria. Maka berdialoglah sang Wibisana dengan keempatnya.

Inti dialognya dari keempatnya, masing-masing memberikan informasi kepada sang Wibisana, dan tidak terima dikeluarkan dari dalam tubuhnya.

Dah itu dulu ya, sampai cerita berikutnya. Jadilah orang tua yang berfikir dewasa, baik, benar dan bijak. Adalah orang yang berani keluar dari ego. Anda berani?

Kembalilah pada budaya leluhur Nusantara.

Salam Budaya Nusantara. Rahayu

Peduli COVID 19

Wabah COVID 19, informasi terbaru penambahan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia pada Minggu (4/7/2021)

Data di laman Covid19.go.id pukul 16.29 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 27.233 pasien.

Adapun total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia hari ini yakni 2.284.084 pasien.

Berdasarkan data pada Sabtu (3/7/2021), total pasien positif Covid-19 sebanyak 2.256.851 orang.

Tidak ada manusia yang kebal, atau orang jawa bilang (wong ampuh), Ikuti protokol COVID19. Masih mau abai atau mau ngeyel?!

Minggu, 4 Juli 2021, Komplek Universitas Terbuka, Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pagi tadi melakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan dilakukan oleh petugas, dan setiap rumah tidak luput dari penyemprotan. Penyemprotan berawal dari pintu pagar rumah, pintu masuk, hingga ke dalam rumah (bagi yang mengijinkan).

Mengingat pandemi ini tidak sedikit warga yang terinfeksi COVID19 di berbagai tempat di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Komplek Universitas Terbuka Jabon. Hal ini dilakukan untuk mengantispasi warga yang sehat agar tidak terkena atau tertular dan menekan penyebaran COVID 19.

Dihimbau, bagi yang belum vaksin, segera cari informasi vaksin dan mintalah vaksin pada instansi terkait, di manapun dan kapan pun. Bagi yang sudah divaksin tetap mengikuti protokol kesehatan.

SALAM SEHAT SELALU

Sumber data: TribunNews.com

Pengerasan jalan dalam komplek

Kerja bakti di tengah pandemi COVID 19. Sejak didirikan sekitar 25 tahun lalu, komplek Universitas Terbuka Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Bogor, Jawa Barat, saat ini jalan-jalan yang ada di dalam komplek sudah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut karena dimakan usia sejak 1996 lalu.

Pengerasan jalan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB Sabtu, 3 Juli 2021 selesai hingga Minggu 4 Juli 2021. Pengerasan dipimpin oleh ketua komplek perumahan Universitas Terbuka Jabon Bapak Darmasta, Bapak Risdianto, Bapak Lukman. Kerja bakti dengan mematuhi protokol kesehatan COVID 19.

Fotografi Makro (macro photograpy)

Fotografi makro adalah bentuk fotografi unik. Keunikannya, disebabkan oleh objek-objek di sekeliling kita dengan ukuran yang sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata telanjang. Dengan melibatkan pemotretan, objek-objek tersebut akan tampak lebih besar dan sangat detil.

Dari sebelah kiri, Telostylinus lineolatus, Laba-laba (spider), Belalang Sembah (praying mantis), dan bunga lotus.

Mengapa fotografi makro (macro photograpy)? Kebanyakan di media sosial fotografi banyak digunakan antara lain foto selfi atau foto kejadian-kejadian dalam keseharian, dan lain sebagainya.

Jawaban pertanyaan di atas akan sangat banyak dan beragam. Namun demikian secara garis besar keperuntukan fotografi makro, antara lain sebagai berikut:

  1. Scientific/identifikasi species (satwa/tumbuhan).
  2. Engineering, metallurgy, manufacture.
  3. Promosi/marketing suatu benda/hewan/tumbu-tumbuan.
  4. untuk keindahan bahwa di dunia ini ada mahkluk lain ciptaan Tuhan yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sumber bacaaan: ANITA ‘S


Fotografi jalanan (Street Photography)

Fotografi jalanan (street photography) adalah bidang yang sangat menarik. Yang menarik perhatian adalah saat kita menyaksikan objek-objek di kanan kiri jalan dan di sekeliling kita saat kita berjalan. Objek-objek tersebut terjadi sangat singkat, sehingga memerlukan kecekatan/kecepatan membidik penggunaan kamera ponsel maupun kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR).

Gambar di atas menunjukkan sebuah pemandangan dalam realita kehidupan seehari-hari.

Fotografi jalanan umumnya memuat objek yang diambil di ruang terbuka/ruang publik dalam kondisi candid atau tanpa pengarahan. Sebuah foto akan menceritakan 1000 kata ‘One Picture is Worth a Thousand Words’. Foto tersebut dipersepsikan beraneka ragam persepsi dari berbagai sudut pandang. Zona publik jalan raya, di atas zebra cross, dengan latar belakang pertokoan. Setiap orang, akan memiliki persepsi atau sudut pandangnya. Sudut pandang atau persepsi itu meliputi sebagai berikut: Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Keamanan (IPOLEKSOSBUDHANKAM), dan tergantung pada kondisi psikologi seseorang pada waktu itu. Human Interst fotografi, bisa saja orang akan marah, jengkel, atau sebaliknya senang,gembira atau biasa-biasa saja.

Human Interest fotografi adalah sebuah foto yang mengambarkan realitas yang nyata pada suasana baik itu suka maupun duka. Foto tersebut dapat mewakili kehidupan sebenarnya. Foto Human interest ini juga termask didalam golongan foto Jurnalisme.

Jangan telalu lama mikir

Pandemi COVID 19 semakin melonjak, tidak sedikit karyawan perusahan swasta yang dirumahkan, begitu juga Pegawai Negeri Sipil/Aparatur Sipil Negara (PNS/ASN) yang menjalani kerja harus dari rumah Work From Home (WFH). Mungkin bagi ASN/PNS tidak bermasalah, karena masih memiliki pendapatan. Tapi bagaimana dengan karyawan swasta yang mengalami pemutusan hubungan kerja? Hal ini karena situasi perusahaan yang tidak menentu. Bagaimana pula dengan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS)/ASN? Mau diam saja?

Meskipun di rumah saja, masih banyak yang kita bisa kerjakan, untuk diri sendiri, keluarga, maupun ke banyak orang. Apa yang Anda pikirkan sekarang?

Tetap menggunakan masker mengikuti PROKES COVID 19, di manapun kita berada

Jangan telalu banyak mikir! Cepat ambil tindakan! Kebutuhan hidup sudah mendesak dan menuntut kita untuk kreatif demi mendapatkan uang atau uang tambahan. Banyak hal yang dapat menghasilkan uang tidak harus menjadi pekerja. Kalau Anda dapat menciptakan lapangan kerja sendiri Anda adalah seorang Bos, untuk diri Anda sendiri. Anda dapat menentukan besar kecilnya usaha yang Anda inginkan. Setiap orang tentu menginginkan usahanya besar dan berhasil, sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

Membuat Pupuk Organik sendiri & Pupuk Organik Cair (POC). Ngapain harus mainan sampah? Sampah yang kita kelola untuk pupuk organik adalah sampah limbah rumah tangga. Jika hasil pupuk ingin lebih lengkap tambahkan unsur-unsur bahan organik lainnya.

Pupuk Organik saat ini sangat disenangi oleh para penggemar tanaman, baik tanaman hias, sayuran, maupun tanaman untuk perkebunan besar. Orang lebih suka dengan pupuk organik lokal Mikro Organik Lokal (MOL) dibandingkan pupuk sintetis. MOL disenangi banyak orang, karena tidak lagi menggunakan bahan-bahan kimia. Bagaimana bikinya? Ikuti video berikut ini yuk!

Hasil pupuk yang kita buat sangat ramah lingkungan, Anda juga bisa bikin sendiri di rumah.

Dari saya menyampaikan salam literasi.

Terimakasih atas kunjungan, komentar, kritik dan sarannya. Anda sependapat dengan saya? Silakan share.

Memelihara Lebah Tawon Klanceng

Kita sering abai terhadap lingkungan sekeliling rumah kita, apalagi bagi orang yang tinggal di pedesaan. Keabaian tersebut tidak memperhatikan keberadaan mahkluk kecil Lebah Tawon klanceng/ Lebah Trigona (Trigona sp), nama ilmiahnya Apis florea. Keberadaanya sering ada di bolongan tembok, bambu yang berlubang, pepohonan yang growong (berongga).

Lebah Tawon klanceng/ Lebah Trigona (Trigona sp), nama ilmiahnya Apis florea. Jenis lebah tersebut tidak menyengat, namun harus hati-hati. Untuk mendekati sarangnya kita harus menggunakan masker yang menutupi hidung dan telinga. Lebah tersebut bisa salah masuk sarang, tapi masuk hidung atau telinga.

Memelihara Lebah Tawon klanceng/ Lebah Trigona (Trigona sp), nama ilmiahnya Apis florea, sangat mudah. Anda hobi menanam bunga? Dengan cara tersebut, sudah menjawab pertanyaan.

Khasiat madu lebah trigona sangat baik untuk kesehatan kita. Mengapa? Lebah trigona sangat selektif dalam menghisap madu dari berbagai bunga yang kita tanam. Dan madu yang dihasilkan sangat beragam rasa, ada yang manis, asam, bahkan ada madu yang pait.

Lihat peliharaan saya yuk

Timakasih sudah berkunjung, komentar, kritik, dan saranya. Anda sependapat dengan saya silakan share.

Seni Budaya Jawa

Kehancuran sebuah bangsa. Orang bijak mengatakan, “Ketika manusia kehilangan harta benda itu bukan apa-apa, semua itu hanya titipan. Andaikan manusia kehilangan nyawa, itu sudah kewajiban untuk kembali ke pangkuan Tuhan Yang Maha Kuasa. Akan tetapi ketika manusia kehilangan budaya, tinggal menunggu waktu akan kehancuran bangsa itu sendiri.”

Berikutnya, mari kita saksikan bersama. Tari ini menceritakan seperti cerita kisah Jaka Tarub. Bagaimana sebuah cerita disampaikan dalam bentuk tari.

Saksikan yang berikut ini! Sinom Parijotho (uyon-uyon)

https://youtu.be/BbUl6AcKVTA

Legenda Jaka Tarub
Pesan disampaikan melalui sebuah cerita dalam masyarakat dalam budaya Jawa. Pesan moral disampaikan secara simbolik. Cerita ini menceritakan sebuah kisah, berawal dari pertemuan antara Jaka Tarub dengan seorang bidadari. Yang kemudian, bagaimana Jaka Tarub dapat memperistri bidadari cantik? Pada suatu hari ketika sedang beruburu mencari burung di hutan belantara, ia menyaksikan ada 7 bidadari yang sedang mandi di telaga di tengah hutan. Sebagai pemuda yang belum pernah melihat kemolekan wanita, Jaka Tarub memperhatikan satu persatu di antara mereka, ternyata di samping telaga terdapat busana para bidadari yang berserakan di tepian telaga.

Berikut cerita Jaka Tarub
Dalam cerita ini, Jaka Tarub adalah seorang pemuda dari desa Tarub yang kemudian terkenal dengan sebutan Jaka Tarub. Pada suatu hari di sebuah pedesaan yang damai. Sepeninggal orang tua, ayah dan ibunda yang dicintainya, Jaka Tarub hidup sebatang kara. Kehidupan dalam sehariannya bertani dilakukan sendiri dan berburu di hutan belantara.

Tujuh bidadari di telaga. Atas seijin para dewa, selain selendang yang merupakan kesaktian, juga dibekali kesaktian lain yang dimiliki ketujuh bidadari. Maka para dewa memberi ijin untuk turun dari kahyangan dan berkelana ke bumi. Dengan selendang yang mereka miliki masing-masing dapat terbang. Ketika mereka melihat ada telaga, mereka turun dan mandi. Selanjutnya masing-masing meletakkan busana dan selendang di tepi telaga. Mereka bertuju saling bercanda ria mandi di telaga yang jernih.

Jaka Tarub mencuri busana dan selendang. Diusianya yang semakin beranjak dewasa. Pada suatu hari ketika sedang berburu binatang mencari burung di hutan tepian telaga, sayup-sayup terdengar gurauan dan canda wanita yang sedang mandi di telaga di tengah hutan lebat. Dari jauh mengendap-endap dan menghampirinya di balik rimbunnya pepohonan. Saat itu, Jaka Tarub yang telah sejak tadi memperhatikan ketujuh bidadari. Sambil mengendap-endap, Jaka Tarub mengambil salah satu busana dan selendang dari ketujuh bidadari. Kemudian dia menyelinap dibalik semak-semak.

Kehilangan busana dan selendang. Setelah bercanda ria mandi di telaga, seorang bidadari merasa ada yang ganjil. Keganjilannya ketika semua selesai mandi ia mencari dan tidak menemukan kembali busana dan selendanya, karena hilang. Maka ia menangis tersedu-sedu. Dengan hilanya busana dan selendang, ia tidak dapat kembali ke kahyangan bersama ke enam kawannya. Kini dia terdiam ditepian telaga, ditinggal oleh keenam kawannya.

Aib apa yang akan menimpaku? Suatu yang tidak mungkin dilakukan, keluar dari telaga tanpa busana dan selendang. Sedih sambil menagis sang bidadari bersumpah kepada seisi alam. Sumpah itu, “barang siapa yang dapat menolongku, jika wanita akan aku jadikan saudara, jika laki-laki aku bersedia untuk dijadikan istri.”

Joko Tarub jatuh cinta. Tidak jauh dari tepian telaga, Jaka Tarub yang telah bersembunyi di balik semak, mendengar tangisan dan sumpah bidadari. Kemudian Jaka Tarub memberi pertolongan kepada sang bidadari. Bidadari tersebut senang karena sudah ditolong dengan memberikan kain, kemudian keduanya saling berkenalan. Nawan Wulan adalah nama bidadari,  Joko Tarub pun memperkenalkan diri. Karena sumpah yang telah diutarakan oleh Nawan Wulan, kemudian Joko Tarub menagih janjinya. Kemudian Nawang Wulan bersedia diperistri Joko Tarub.

Awal terbongkarnya rahasia. Rumah tangga baru, sebuah keluarga yang hidup di desa yang damai. Kini keduanya dikaruniai putri yang cantik secantik ibunya yang diberi nama Nawangsih. Meskipun selendang yang merupakan kesaktiannya telah hilang. Nawang Wulan masih memiliki kesaktian lain yang diberi oleh Dewa.

Memasak nasi hanya satu tangkai padi. Meskipun hanya satu tangkai, akan tetapi lebih dari cukup untuk makan bertiga suami istri dan anaknya. Sehingga setiap panen padi Jaka Tarub, akan memenuhi lumbung padi, ia pun terheran-heran. Dalam hati Jaka Tarub bertanya, mengapa tidak pernah berkurang?
Pada suatu pagi hari, Nawang Wulan akan pergi mencuci di sungai, ia pun berpesan. Jangan pernah membuka apa yang sedang dimasaknya.

Rasa penasaran dan penuh heran. Jaka Tarub sambil menggedong putrinya Nawangsih, dengan tidak habis pikir dan terheran-heran terhadap panen yang tak kunjung berkuang dan bahkan semakin memenuhi lumbung, timbul pertanyaan. Apa yang dimasak istrinya? Ia pun memberanikan diri untuk membuka tutup dandang (pengukus nasi). Terkejutlah Jaka Tarub, karena yang dia lihat hanya satu tangkai padi. Kemudian sekembalinya dari mencuci di sungai, Nawang Wulan juga terkejut, ternyata padi yang dia masak tidak berubah menjadi nasi. Ternyata Jaka Tarub telah mengingkari janjinya, yaitu membuka tutup dandang yang sedang buat masak setangkai padi

Nawang Wulan menemukan kesaktiannya kembali. Permintaan Nawang Wulan. Karena Jaka Tarub telah mengingkari janji, maka Nawan Wulan memiliki permintaan agar dibuatkan lesung  tempat menumbuk padi dan alu sebagai penumbuk padi. Saat itu kesaktian Nawang Wulan hilang, tidak lagi dapat menanak nasi dengan satu tangkai padi. Ia memasak seperti masyarakat pada umumnya. Padi yang disimpan Jaka Tarub yang awalnya memenuhi lumbung kini semakin lama semakin menyusut.

Nawang Wulan terkejut. Pada suatu hari Nawang Wulan masuk ke dalam lumbung padi yang sudah menyusut, ia terkejut saat melihat selendang tergeletak di tumpukan paling bawah diantara padi yang menyusut. Ia ingat akan kehilangan selendang tatkala dia mandi di telaga. Kesimpulan Nawang Wulan adalah, ternyata Joko Tarub yang telah mengambil busana dan selendang yang kemudian semua ini disembunyikan, ingat ketika ia sedang mandi di telaga hutan belantara.

Perpisahan tidak terelakkan. Setelah selesai menanak nasi dan menghidangkannya di bale-bale. Setelah itu Nawang Wulan bergegas untuk kembali ke kahyangan menyusul enam temannya yang lebih dulu kembali. Dengan diketemukan selendangnya maka ia pulih kembali kesaktian itu. Antara tampak dan tidak tampak sambil megang selendang kesaktiannya ia berpesan kepada Jaka Tarub, aku mau pulang ke kahyangan. Jaka Tarub terkejut sambil menangis dan menggendong putrinya yang cantik, ia pun bertanya. Bagaimana dengan Nawangsih anak kita? Nawang Wulan menjawab, aku akan datang ke bumi, hanya akan menemuai Nawangsih anakku.
Demikian sepenggal kisah cerita tentang Jaka Tarub dan Nawang Wulan.

Musik, adalah bagian dari seni. Musik dan seni, dua kata digabung disebut seni musik. Seni musik merupakan ungkapan rasa manusia yang banyak memberikan inspirasi dalam kehidupan. Melalui seni musik, selain dapat menghibur, dapat memberikan inspirasi, kekuatan, semangat, hingga nilai-nilai kemanusian, mempererat persaudaraan, dan bahkan dengan mendengarkan musik, tanpa harus memahami arti dalam lirik lagu, orang dapat meneteskan air mata. (di copy dari sumber silakan kunjungi di sini klik).

Seni tari. Seni adalah seni gerakan tubuh yang seiring dan seirama dengan ritme seni musik yang mengirinya.

Beksan Gambyong Pareanom. Berawal dari tarian tledek yang selanjutnya Oleh Kraton Mangkunegaran (Surakarta), sehingga menjai lebih halus. Tarian ini merupakan perpaduan antara keindahan seni gerak anggota-anggota badan dengan seni musik. Gerak anggota badan, seirama dan birama kendang, cepat, lambat, dan dinamis dalam pertunjukan seirama dengan gerak langkah penari.

Mari kita saksikan tayangan yang satu ini.

https://youtu.be/R_ki37hCGWQ
https://www.youtube.com/embed/R_ki37hCGWQ?version=3&rel=1&showsearch=0&showinfo=1&iv_load_policy=1&fs=1&hl=en-US&autohide=2&wmode=transparent